Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Banda Aceh Bekuk DPO Narkotika di Meulaboh

Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Banda Aceh Bekuk DPO Narkotika di Meulaboh

Awong diburon setelah Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara dan denda Rp1 miliar dalam kasus sabu-sabu. Namun, setelah putusan kasasi itu, Awong tak segera menjalani hukuman karena melarikan diri. Sebelumnya, Awong sempat divonis bebas oleh Pengadilan Tinggi Acehh.

“Kita mengeksekusi Awong agar dia menjalani hukuman di penjara,” ujar Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Banda Aceh Himawan, Jumat (20/11/2015).

Awong ditangkap tim intel Kejari Banda Aceh dan Aceh Barat di ruko miliknya di kawasan Meulaboh, ibukota Aceh Barat, pada Jumat. Setelah penangkapan itu, tim Kejari Banda Aceh memboyong Awong ke Rumah Tahanan Kajhu, Aceh Besar.

Himawan menyebutkan, penangkapan Awong berlangsung dramatis. Soalnya, Awong sempat memberikan perlawanan ketika hendak ditangkap intel Kejari Banda Aceh dan Aceh Barat. “Dia berontak karena tidak mau dieksekusi,” ujarnya.

Awong ditangkap tim Satuan Narkoba Kepolisian Daerah Aceh pada 2011 lalu di Meulaboh atas kepemilikan 49,1 gram sabu (97 bungkusan kecil), satu bungkus sabu seberat 14,8 gram, dan empat pil mengandung narkotika.

Awong disidang di Pengadilan Negeri Banda Aceh. Di tingkat pertama dan banding, ia divonis bebas oleh majelis hakim pada 2012 lalu. Namun, Kejaksaan Negeri mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, sehingga divonis tujuh tahun penjara pada 2014.

Hanya saja, Awong yang diperintahkan segera ditahan oleh Mahkamah Konstitusi, selalu gagal dieksekusi. “Baru hari ini dia berhasil kita bekuk,” lanjut Himawan

Related posts