pergantian nomenklatur nama 17 Kejaksaan Negeri (Kejari) dari nama ibu kota kabupaten/kota menjadi nama kabupaten/kota

pergantian nomenklatur nama 17 Kejaksaan Negeri (Kejari) dari nama ibu kota kabupaten/kota menjadi nama kabupaten/kota

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Raja Nafrizal SH, Kamis (2/6) menandatangani pergantian nomenklatur nama 17 Kejaksaan Negeri (Kejari) dari nama ibu kota kabupaten/kota menjadi nama kabupaten/kota. Perubahan nama juga terjadi terhadap dua cabang kejari.

Kajati Aceh mengatakan perubahan itu tertuang dalam KEPJA Nomor: KEP-349/A/JA/05/2016 tanggal 13 Mei 2016 tentang Perubahan Nama Kejaksaan Negeri dan Cabang Kejaksaan Negeri se-Indonesia.

“Dengan berlakunya KEPJA ini, maka nomenklatur nama dari 17 kejari dan dua cabang kejari di jajaran Kejati Aceh turut berubah. Sedangkan lima Kejari lainnya tidak ada perubahan karena sudah sesuai dengan nama kabupaten/kota sebelumnya,” katanya saat pembukaan acara itu yang dipusatkan di Kejari Jantho, Aceh Besar.

Adapun lima Kejari yang tidak berubah nama adalah Kejari Kota Lhokseumawe, Kejari Kota Banda Aceh, Kejari Kabupaten Bireuen, Kejari Kota Langsa, dan Kejari Kota Sabang. Dengan perubahan nama tersebut, Raja Nafrizal meminta para kajari agar juga melakukan perubahan dalam kinerja.

Kejati Aceh berharap kepada seluruh kajari dan jajarannya untuk menyosialisasikan perubahan nomenklatur ini kepada instansi pemerintah dan BUMN/BUMD di masing-masing daerah,” ujarnya seraya mengatakan perubahan tersebut juga diikuti perubahan nama organisasi Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) sesuai dengan nama Kejari di masing-masing daerah

Related posts