Kejari Banda Aceh kembali berhasil menangkap satu lagi buronan terpidana perkara tipikor proyek pengadaan pencetakan buku laporan 1 tahun BRR Tahun 2006

Kejari Banda Aceh kembali berhasil menangkap satu lagi buronan terpidana perkara tipikor proyek pengadaan pencetakan buku laporan 1 tahun BRR Tahun 2006

Rabu (08/02/2017) sekitar jam 18.45 Wib, Tim Kejaksaan Negeri Banda Aceh yang dipimpin Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Banda Aceh M. Zulfan Tanjung, SH kembali berhasil menangkap satu orang lagi buronan terpidana perkara tindak pidana korupsi (tipikor) proyek pengadaan pencetakan buku laporan 1 tahun BRR Tahun 2006 atas nama terpidana Hendrawan Diandi bertempat di salah satu lobi hotel di daerah Kemayoran Jakarta Pusat. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kejari Banda Aceh telah berhasil menangkap tiga orang buronan terpidana tipikor dalam 5 hari berturut-turut di tiga lokasi berbeda yakni : terpidana Ali Akbar Raleb, terpidana Teuku Rahmit Suheri dan terpidana Ir. Muslim Daud. Artinya dalam 6 hari ini, tim kejari Banda Aceh sudah berhasil menangkap 4 orang buronan terpidana tipikor di empat lokasi yang berbeda.

Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh melalui Kasi Pidsus M. Zulfan Tanjung, SH mengatakan, “proses penangkapan yang dilakukan oleh Tim Kejari Banda Aceh diawali dengan mendatangi langsung lokasi kediaman terpidana terakhir di Jl. Kenari Blok A 29 Pondok Safari Indah Jurang Mangu Kecamatan Pondok Aren Tangerang, namun tim belum berhasil menemukan keberadaan terpidana. Kemudian tim bergerak kembali mengumpulkan informasi tentang keberadaan terpidana dan akhirnya diperoleh informasi bahwa terpidana sedang berada di salah satu satu hotel di daerah Kemayoran Jakarta Pusat. Selanjutnya, tim mengamankan dan menitipkan sementara terpidana di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung Republik Indonesia.”

Kamis (09/02/2017) sekitar jam 05.05 Wib, dengan menggunakan salah satu maskapai penerbangan domestik tim berangkat membawa terpidana dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta menuju Banda Aceh guna dibawa ke kantor Kejari Banda Aceh untuk proses administrasi, selanjutnya terpidana akan dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Lambaro Banda Aceh, ungkap Kasi Pidsus.

Lebih lanjut Kasi Pidsus Kejari Banda Aceh mengatakan bahwa, terpidana perkara tipikor atas nama Hendrawan Diandi telah diputus bersalah secara sah dan meyakinkan menurut hukum sesuai putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 600 K /Pid.Sus/2009 tanggal 07 Juli 2009 dengan amar : pidana penjara selama 1 (satu) tahun, denda sebesar Rp. 50 Juta subsidair 6 (enam) bulan kurungan dan dibebankan kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp. 365 juta subsidair 6 (enam) bulan penjara.

Related posts