Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh meluncurkan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Kota (TP4K) Banda Aceh

Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh meluncurkan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Kota (TP4K) Banda Aceh

Guna mendukung dan menjamin keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan nasional, Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh meluncurkan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Kota (TP4K) Banda Aceh.

Kajari Banda Aceh Husni Thamrin SH, menyatakan, sesuai instruksi Jaksa Agung, tim ini akan melakukan pemdampingan (asistensi legal) kepada satuan kerja perangkat kota (SKPK) dalam suatu kegiatan. Bukan hanya mengawal proyek fisik atau konvesional semata, tapi juga administrasi, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya.

“Saya menghargai capaian opini WTP tujuh kali berturut-turut yang telah diraih Pemko Banda Aceh,” kata Husni saat sosialisasi TP4K Banda Aceh di Balaikota Banda Aceh, Selasa (10/11).

Dikatakan, tujuan utamanya adalah mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan Pemko Banda Aceh. Sebenarnya, sejak dua tahun lalu tim serupa telah dibentuk Kajari Banda Aceh. Tim tersebut intens mendampingi sejumlah SKPK, antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Disdikpora.

“Beberapa waktu lalu, TP4D juga telah diluncurkan di tingkat pusat dan provinsi,” katanya seraya meminta seluruh jajaran Pemko Banda Aceh untuk memanfaatkan TP4K dengan maksimal.

Walikota Hj Illiza Sa’aduddin Djamal menyatakan komitmen Pemko Banda Aceh untuk menerapkan tata pemerintahan yang baik dan bersih (good government dan clean governance). Untuk itu, keterbukaan informasi publik sangat penting untuk meningkatkan kinerja aparatur pemerintahan. Selama ini pihaknya juga terbuka dengan lembaga-lembaga anti korupsi.

“Sinyalemennya, kalau masih takut dengan keterbukaan tentu ada apa-apanya. Database SKPK terbaik yang dikelola PPID saat ini ada di Dishubkominfo dan Disdikpora,” ujarnya.

Dia tak menampik jika saat ini masih ada pejabat yang terkesan takut dalam bekerja karena tak mau terjerat kasus korupsi. Sebenarnya, tidak ada yang perlu dirisaukan jika sejak awal hingga hasil suatu kegiatan selalu terbuka. “Dengan adanya tim ini, semoga kita semua bisa lebih leluasa dalam bertugas,” katanya.

Illiza juga berharap, dengan pendampingan dari TP4K bisa membuat Pemko Banda Aceh akan lebih baik, lebih kuat dan lebih percaya diri sehingga hasil kerjanya juga lebih maksimal, dengan hasil kerja yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Semoga ke depan kita akan lebih baik lagi dan meningkat dari capaian saat ini,” katanya di hadapan Sekda Ir Bahagia Dipl SE, para ssisten, staf ahli, dan kabag serta kepala SKPK Banda Aceh. Hadir pula pada pertemuan Camat se-Kota Banda Aceh

Related posts