Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh kembali melaksanakan uqubat cambuk terhadap pelanggar qanun syariat Islam

Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh kembali melaksanakan uqubat cambuk terhadap pelanggar qanun syariat Islam

Pada Hari Senin tanggal 27 Februari 2017 Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh kembali melaksanakan uqubat cambuk terhadap pelanggar qanun syariat Islam di Meunasah Ruqoh Kecamatan Darussalam Kota Banda Aceh. Prosesi pencambukan ini turut dihadiri oleh Unsur Mahkamah Syariah Aceh, Kejari Banda Aceh, Polresta Banda Aceh, Kodim Banda Aceh dan Pemerintah Kota Banda Aceh dan disaksikan oleh masayarakat setempat.
Sebanyak empat pasangan tersebut dicambuk di hadapan umum. Sebanyak tiga pasang pelaku Jarimah Ikhtilat ((bermesraan, bercumbu, bersentuh-sentuhan, berciuman)) dan satu pasang pelaku khalwat. keempat pelaku jarimah itu telah ditahan sejak 3 bulan yang lalu. Adapun pelaku pelanggar jarimah khalwat adalah Rahmat Hidayat Bin Samidan YT (24) dan pasangan perempuannya Dewi Saputri Binti amiruddin (23) yang ditangkap di Desa Rukoh, Banda Aceh. Keduanya dicambuk masing-masing 7 kali. Kedua pelaku sama-sama berasal dari Aceh Jaya dan sama-sama berstatus mahasiswa di Banda Aceh. Sementara tiga pasangan jarimah ikhtilat adalah Herizal Bin M. Yunus (27) bersama pasangan perempuannya janda Almunadia Binti Harmen (19) yang dihukum 22 kali cambuk. Mereka diciduk di Hotel Aceh Barat, Peunayong Kota Banda Aceh. Kemudian pasangan Fitra Erfian Bin Kamaruzzaman (24) dan pasangan perempuannya Zubaidah Binti M. Ali Hasan (25) dan dihukum 22 kali cambuk. Keduanya ditangkap oleh anggota Polsek Kutaraja di Merduati. Satu pasangan lainnya adalah mereka diciduk oleh Satpol PP/WH Aceh di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUZA) yaitu Misran Saputra Bin Alm. Mai Juli (27) dan pasangan perempuannya Sri Wahyuni Binti Samsudin (24) yang juga dihukum 22 kali cambuk. Eksekusi ini dijaga ketat oleh sejumlah personel dari Polsek Syiah Kuala dan petugas Satpol PP dan WH Banda Aceh.

Related posts