Kejaksaan Negeri Banda Aceh kembali melaksanakan uqubat cambuk bagi pelanggar syariah islam bertempat di Mesjid Lamteh Ulee Kareng Kota Banda Aceh

Kejaksaan Negeri Banda Aceh kembali melaksanakan uqubat cambuk bagi pelanggar syariah islam bertempat di Mesjid Lamteh Ulee Kareng Kota Banda Aceh

Bahwa pada Hari Senin tanggal 20 Maret 2017 sekira pukul 10.30 wib Kejaksaan Negeri Banda Aceh kembali melaksanakan uqubat cambuk bagi pelanggar syariah islam bertempat di Mesjid Mukminin Desa Lamteh Ulee Kareng Kota Banda Aceh. tampak hadir dalam pelaksanaan hukuman tersebut dari jajaran Pemkot Banda Aceh seperti Kepala Dinas Syariat Islam Mairul Hazami, Kepala Satpol PP dan WH Yusnardi. Selain itu hadir juga pejabat Kecamatan Ulee Kareng, Imum Mukim, Imum Gampong, seluruh Keuchik di Kecamatan Ulee Kareng, Tuha Peut, Toga, dan Tomas Toda Gampong Lamteh.

Acara pelaksanaan hukuman diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Tgk Mukhtar. Selanjutnya sambutan dari Walikota Banda Aceh yang mewakili, diikuti dengan taushiyah dan doa oleh Tgk Saifullah. Puncak acara dilaksanakan hukuman cambuk sesuai keputusan hakim Mahkamah Syar’iyah.

Adapun 12 orang terpidana pelanggar syariat islam yang di eksekusi antara lain :

  • Munawir Bin M.Jafar dan Mariati Binti Yaqub, terbukti melanggar pasal 25 ayat (1) dengan no putusan No : 05/JN/2017/MAHKAMAH SYARIAH BNA/Tanggal 01 Maret 2017 dengan uqubat cambuk masing-masing sebanyak 25 kali cambuk ;
  • Muhammad Khadafi Bin Abdul Wahab dan Cici Anggi Binti Hamdani, terbukti melanggar pasal 25 ayat (1) dengan no putusan No : 09/JN/2017/MAHKAMAH SYARIAH BNA/Tanggal 01 Maret 2017 dengan uqubat cambuk masing-masing sebanyak 20 kali cambuk ;
  • Ilhamdi Bin Safwan dan Nuraini Binti Amin Puteh, terbukti melanggar pasal 25 ayat (1) dengan no putusan No : 10/JN/2017/MAHKAMAH SYARIAH BNA/Tanggal 01 Maret 2017 dengan uqubat cambuk masing-masing sebanyak 27 kali cambuk dan dikurangi 3 kali menjadi 24 kali cambuk ;
  • Muhammad Farid Bin Marjuddin dan Siti Zahara Binti Ibrahim Hasan, terbukti melanggar pasal 25 ayat (1) dengan no putusan No : 11/JN/2017/MAHKAMAH SYARIAH BNA/Tanggal 08 Maret 2017 dengan uqubat cambuk masing-masing sebanyak 25 kali cambuk ;
  • Erwin Sahmwdi Bin Amimuddin, Muhammad Amin Harahap Bin Rayo Harahap, Roito Harahap Bin Raja Harahap dan Johan Hadi Perdata T Bin Alm Asran Tanjung, terbukti melanggar pasal 18 dengan no putusan No : 12/JN/2017/MAHKAMAH SYARIAH BNA/Tanggal 15 Maret 2017 dengan uqubat cambuk masing-masing sebanyak 8 kali cambuk dan dikurangi 1 kali cambuk menjadi 7 kali cambuk.

Pelaksanaan eksekusi ini berlangsung aman terkendali dan dijaga ketat oleh sejumlah personel Kejaksaan Negeri Banda Aceh, dari Polsek Syiah Kuala dan petugas Satpol PP dan WH Banda Aceh.

Hukum Jinayat yang diatur dalam Qanun Nomor 6 Tahun 2014 merupakan tindak lanjut dari UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemeritahan Aceh yang memberikan kewenangan untuk melaksanakan Syariat Islam, dengan menjunjung tinggi keadilan, kemaslahatan dan kepastian hukum.  Tindak pidana yang bisa diadili dengan Qanun Jinayat meliputi: khamar, maisir, khalwat, ikhtilath, zina, pelecehan seksual, pemerkosaan, qadzaf, liwath dan musahaqah. Hukuman ini selain diberlakukan terhadap warga yang berdomisili di Aceh yang beragama Islam juga terhadap warga non muslim apabila tindakannya belum diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pelaksanaan hukuman cambuk merupakan komitmen pemerintah kota Banda Aceh terkait penegakan syariat Islam khususnya di Kota Banda Aceh.

Related posts