Jaksa dari Kejaksaan Negeri Banda Aceh menangkap buronan korupsi yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)

Jaksa dari Kejaksaan Negeri Banda Aceh menangkap buronan korupsi yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)

Jaksa dari Kejaksaan Negeri Banda Aceh menangkap buronan korupsi yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak enam tahun lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh Husni Thamrim melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Banda Aceh Muhammad Zulfan di Banda Aceh, Jumat, mengatakan DPO korupsi yang ditangkap itu bernama Ali Akbar Raleb, 60 tahun.

“Yang bersangkutan ditangkap setelah enam tahun masuk DPO. Yang bersangkutan merupakan terpidana korupsi dengan hukuman dua tahun penjara,” kata Muhammad Zulfan yang didampingi Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Banda Aceh Himawan.

Muhammad Zulfan mengatakan, kasus korupsi yang melibatkan Ali Akbar Raleb memiliki kekuatan hukum tetap berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI sejak tahun 2008. Saat proses persidangan, yang bersangkutan tidak ditahan,

“Yang bersangkutan ditangkap di Pelabuhan Kuala Bubon, Meulaboh, Aceh Barat, Jumat (3/2) pukul 06.00 WIB. Saat itu, yang bersangkutan turun dari kapal penyeberangan dari Sinabang, Pulau Simeulue,” kata dia.

Selama ini, sebut Muhammad Zulfan, keberadaan terpidana Ali Akbar Raleb selalu berpindah-pindah antara Banda Aceh, Meulaboh, dan Sinabang. Keberadaan terpidana terlacak sejak beberapa bulan lalu.

Penangkapan DPO korupsi ini atas kerja sama tim dari Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Kejaksaan Negeri Aceh Barat, Kejaksaan Negeri Simeulue, dan Kejaksaan Tinggi Aceh.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Aceh Teuku Rahmatsyah mengatakan, terpidana Ali Akbar Raleb divonis dua tahun penjara terkait proyek penyiapan prasarana pemukiman transmigrasi Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, tahun anggaran 2008.

“Terpidana merupakan direktur perusahaan kontraktor pelaksana. Selain Ali Akbar Raleb, sejumlah nama lainnya juga divonis bersalah dan sudah menjalani hukuman,” kata dia.

Selain hukuman kurungan badan, terpidana Ali Akbar Raleb juga dihukum membayar denda Rp150 juta subsidair empat bulan serta membayar uang pengganti kerugian negara Rp1,5 miliar dengan subsidair satu tahun penjara.

Setelah menjalani proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan, terpidana Ali Akbar dijebloskan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Banda Aceh di kawasan Lambaro, Aceh Besar.

Related posts