Ibu dan Anak Korupsi Mobil Damkar Divonis Penjara 12 Tahun

Kejaksaan Negeri Banda Aceh – menahan dua terpidana kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran atau damkar. Keduanya ialah Deni Okta Pribadi, selaku Direktur PT Dhezan Karya Perdana dan Ratziati sebagai Komisaris Perusahaan Ratziati, yang juga ibu kandung Deni.

Deni Okta divonis hukuman penjara selama tujuh tahun, sedangkan Raziati lima tahun. Vonis itu sesuai surat perintah Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh Nomor 175/N1.10/UH.3/01/2019.

“Mereka terlibat perkara Damkar. Eksekusi ini sesuai dengan surat perintah Kajari Banda Aceh, setelah adanya putusan MA pada tanggal 19 November 2018,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Iskandar, saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa 29 Januari 2019.

Keduanya juga didenda masing-masing Rp200 juta. Deni dibebankan biaya pengganti Rp4,7 miliar. Jika uang itu tidak dibayar dalam waktu sebulan, diganti dengan hukuman penjara selama tiga tahun. Sedangkan Ratziati, tetap divonis penjara lima tahun.

Selain itu, kedua terpidana didenda masing-masing Rp200 juta atau subsider enam bulan kurungan. “Kedua terpidana juga sudah kita bawa ke penjara untuk menjalani hukuman. Deni kita tahan di Lapas Lambaro, sedangkan Raziati di Rutan Lhoknga,” kata Iskandar.

Kasus itu berawal dari surat Wali Kota Banda Aceh kepada Gubernur Aceh pada 2013. Wali Kota Banda Aceh waktu itu, meminta bantuan pembelian mobil damkar yang memiliki tangga dan berteknologi modern.

author
No Response

Leave a reply "Ibu dan Anak Korupsi Mobil Damkar Divonis Penjara 12 Tahun"